Membentuk peradaban umat yang berkualitas tentu bukanlah perkara yang bisa diwujudkan dalam waktu yang singkat. Semua harus dipersiapkan semaksimal mungkin, agar bisa merealisasikan masyarakat Islam yang taat akan syari’at guna menopang langkah menuju kejayaan Islam. Selain itu, kita juga harus paham akan teknologi modern. Harus selalu mengasah kemampuan diri untuk terus berkembang, agar tidak tertinggal oleh umat yang tidak satu aqidah dengan kita.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersama kaum muslimin selama kurang lebih 23 tahun di Makkah dan Madinah berhasil membangun peradaban berkemajuan yang dilambangkan dengan Al-Madinah Al-Munawwarah. Suatu peradaban berkemajuan yang cerah dan mencerahkan berbasis agama. Bukan peradaban duniawi semata, tetapi peradaban yang lahir dari Wahyu Ilahi dan menyinari alam semesta dalam risalah rahmatan lil-‘alamin. Hal ini bisa kita jadikan acuan utama untuk merombak kekurangan yang ada pada diri umat Islam sekarang ini. Merancang berbagai aspek agar bisa mengulang kembali sejarah kemajuan Islam.
Perjuangan Islam pasca Rasulullah wafat dilanjutkan oleh kaum muslimin di bawah kepemimpinan Khulafau Al-Rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddieq, Umar Ibn Kahttab, Utsman Ibn Affan, dan Ali Bin Abi Thalib, radhiallahu ‘anhum. Setelah itu peradaban Islam meluas dan Islam menjadi agama peradaban dunia selama sekitar 7 abad lebih lamanya pada era Kekahalifahan atau Dinasti Umayyah, Abassiah, dan Utsmaniah.
Perkembangan Islam dalam kacamata sejarah, terbagi menjadi tiga periode yaitu pertama, periode klasik, pada masa ini Islam mengalami kemajuan bahkan disebut sebagai masa keemasan Islam. Namun sekitar tahun 650-1250 Masehi Islam mengalami gelombang disintegasi (pemecahan). Kedua, periode pertengahan tepatnya pada tahun 1250-1800, pada periode abad pertengahan ini Islam juga mangalami kemunduran cukup signifikan. Ketiga, periode modern yang dimulai dari tahun 1800 hingga saat ini. Setiap perkembangan periode, terdapat perbedaan dimensi yang dipengaruhi oleh sosial, politik, budaya, dan agama.
Masa kejayaan Bani Abbasiyah, tepatnya pada masa khalifah Harun al-Rasyid dan anaknya al–Ma’mun, ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum sangat berkembang pesat mulai ilmu fikih, tafsir, hadis, kalam, tasawuf, dan siyasah. Sedangkan bidang ilmu pengetahuan umum antara lain adalah ilmu filsafat, kedokteran, astronomi, farmasi, geografi, sejarah, dan bahasa. Islam sangat terbuka terhadap peradaban bangsa lain hingga membuat Islam semakin maju dalam hal peradaban. Ketika Barat masih terkungkung dalam kegelapan, umat Islam sudah berhasil melestarikan pemikiran-pemikiran dan kebudayaan Romawi – Persia. Maka tidak heran banyak sarjana Barat yang mendatangi negara-negara Islam dalam rangka menuntut ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk kemudian dibawa ke negara mereka masing-masing.
Banyak yang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan bermula dari dunia Islam yang kemudian mengalami transmisi (penyebaran) dan poliferasi (pengembangan) ke dunia Barat. Melalui dunia Islam mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern sebagaimana diungkapkan Gore Barton bahwa orang-orang Barat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan tidak merujuk sepenuhnya kepada sumber-sumber Yunani melainkan kepada sumber-sumber Arab.
Pada abad ke-12, merupakan peradaban Islam yang tertinggi dari sepanjang tahun sebelumnya sehingga banyak buku ilmu pengetahuan dan filsafat karangan para ahli dan filsuf Muslim diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa. Di masa itu juga tercatat sebagai masa awal kemunduran umat Islam sedangkan di Barat mulai gemilang dengan kesadaran dan perhatian bangsa Barat terhadap ilmu pengetahuan dengan menerjemahkan buku-buku hasil karya cendikiawan Muslim hingga akhirnya membuat pola perubahan kiblat pengetahuan dari yang sebelumnya berkiblat kepada peradaban Islam menjadi berkiblat kepada peradaban Barat. Selain itu, Islam juga hadir di tengah kerasnya peradaban Jahiliyah di Jazirah Arab sehingga mampu merubah peradaban Jahiliyah yang ada di Jazirah Arab saat itu, maka dalam perspektif historis Islam sudah banyak memainkan peran yang signifikan dalam perkembangan beberapa aspek peradaban dunia. Mulai dari masa kenabian sampai wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kita umat Islam. Tapi, sayangnya banyak sekali dari kita yang enggan menuju kemajuan. Terlalu nyaman dalam kemalasan dan bertahan dalam kemunduran. Malas membaca, lebih mudah mengikuti hal-hal negatif yang dianggap hal yang wajar seperti banyaknya umat Islam yang ikut berjoget di depan kamera lalu mengunggahnya ke media sosial. Seolah mereka sudah tidak memiliki rasa malu. Jika hal tersebut tidak dicegah, bagaiman cara Islam membawa perubahan yang lebih baik?
Telah disebutkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan umat Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai peradaban dunia, bahkan pesatnya perkembangan Islam ke Barat dan Timur membuat peradaban Islam dianggap sebagai peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia dengan beberapa indikator sebagai berikut :
- Keberadaan perpustakaan Islam dan lembaga-lembaga pendidikan/ keilmuan, yaitu Baitul Hikmah, Masjid al-Azhar, Masjid Qarawiyyin dan sebagainya, yang mana tempat-tempat ini merupakan pusat perkumpulan para intelektual Muslim untuk menyelenggarakan proses pengkajian dan pengembangan ilmu dan sains.
- Peninggalan karya intelektual Muslim, yaitu karya Ibnu Shina, Ibnu Hisyam, imam Syafi’i, imam Abu Hanifah, dan masih banyak lagi yang lainnya.
- Penemuan-penemuan intelektual yang dapat mengubah budaya dan tradisi umat manusia, yaitu penemuan kertas, karpet, kalender Islam, penyebutan hari-hari, seni arsitektur, tata perkotaan, dan perekonomian.
- Pengaruh konsep iman, ihsan, dan takwa, yang melahirkan budaya amn (rasa aman) dan amanah (tanggungjawab terhadap amanah), sedangkan dari konsep ihsan dan takwa melahirkan budaya hasanah (keindahan) dan husn (kebaikan). Khususnya, pada masa kepemimpinan Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun sangat memperhatikan ilmu pengetahuan yang ditandai dengan penerjemahan buku-buku yang ke dalam bahasa Arab, bahkan khalifal al-Ma’mun telah mendirikan Bait al-Hikmah yang mengkaji cabang-cabang ilmu kedokteran, fisika, geografi, astronomi, optik, sejarah, dan filsafat. Tidak hanya dibidang ilmu-ilmu umum, tetapi pada periode ini ilmu-ilmu keagamaan dalam Islam juga mulai disusun dengan rapi, maka dalam bidang penyusunan hadits dikenal nama imam Bukhari dan Muslim, bidang fikih dikenal nama imam Abu Hanifah dan imam Malik bin Anas, di bidang tafsir dikenal nama imam athThabari, bidang sejarah dikenal nama Ibnu Hisyam, bidang tasawuf terdapat nama Abu Yazid al-Busthami, Husain bin Mansur al-Hallaj dan bidang-bidang lainnya.
Beberapa hal di atas menunjukkan bahwa Islam sudah menunjukkan kemajuan sejak zaman dahulu kala. Tapi sebagian dari kita banyak yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik.
Kemajuan atau kejayaan Islam membentang dari Jazirah Arab sampai Iberia di Andalusia Spanyol dan Portugal, Perancis bagian Selatan, kawasan Balkan, Asia Tengah dan Asia Selatan, sampai Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurut Kraemer (2003) era kejayaan itu disebut sebagai era “Renaisans Islam” (Die Rennaisance des Islams) yang bersifat khas.
Era renaisans Islam merupakan bukti sejarah yang nyata bahwa Islam merupakan agama yang berkemajuan di tangan para pemeluknya yang berjiwa dan berpikiran maju, sehingga Islam menjadi realitas sosiologis yang hadir dalam membangun peradaban dunia. Terbentuknya peradaban Islam yang utama itu tidak lepas dari spirit iman, ijtihad, dan tajdid yang menyatu dalam kehidupan umat Islam. Rasulullah sendiri melalui sebuah hadits memberikan perspektif, bahwa pada setiap kehadiran abad baru datang mujadid yang akan memperbarui paham agama. Maknanya bahwa pada setiap babakan sejarah yang penting dan krusial selalu dibutuhkan pembaruan, sehingga Islam mampu menjawab tantangan zaman. Islam dan umat Islam tidak boleh jumud atau statis, sebaliknya harus dinamis dan progresif. Itulah spirit dan pandangan Islam yang berkemajuan sebagai tonggak peradaban dunia. Harus selalu menanamkan pada diri masing-masing bahwa Islam dengan segala ilmu pengetahuan dunia dan agama, kelak akan bisa memimpin peradaban dunia. Maka jangan sampai kita tidak mengambil bagian di dalamnya. Kuatkan langkah kita dengan semangat belajar segala ilmu yang bermanfaat, meningkatkan ketaatan dengan ibadah wajib dan sunnah, serta senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam.
Kemajuan dunia Islam yang berperadaban tinggi itu menurut Tamim Ansary (2010) bukanlah sejarah “pendek” atau “singkat” dan “alegoris” (kiasan) atau “mitos” dari lintasan peradaban dunia sebagaimana pada umumnya narasi para penulis Barat yang lebih menggambarkan kuatnya peradaban Yunani, Romawi, dan Barat modern. Peradaban Islam itu hadir dalam sejarah yang panjang, menyejarah, dan meluas ke seluruh kawasan dunia dengan puncak kejayaan yang tinggi mempengaruhi peradaban dunia. Sejarah kemajuan peradaban Islam itu membentang beberapa ribuan tahun dan meluas ke seluruh benua sebagai sebuah narasi besar tentang sejarah kejayaan Islam di pentas dunia yang tidak kalah dan bahkan memiliki keunggulan unik daripada peradaban Yunani, Romawi, dan Barat modern yang dimulai dari era Rasulullah yang berakhir tahun 632 masehi sampai kejatuhan kekhalifahan Othman tahun 1924. Itulah sejarah kemajuan peradaban Islam yang benar-benar terjadi dan mengubah dunia menjadi peradaban kosmopolitan yang modern berkemajuan.
Umat Islam pada umumnya harus yakin bahwa sejarah kemajuan Islam akan berulang. Peradaban dunia yang penuh dengan kebermanfaatan akan kembali mengudara bersama hamba-hamba Allah yang tegar di atas agama Allah. Allah yang punya kuasa atas segala cerita di dunia. Maka jangan sampai kita putus do’a untuk membuat Islam kembali berjaya. Sungguh dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Jangan sampai kita terlena oleh dunia yang kita tidak akan tinggal di dalamnya untuk selamanya.
Penulis: Dwi Astrini
Referensi:
Gunawan, Syafri. (2019) Peranan Islam Dalam Pembangunan Pradaban Dunia. Jurnal El-Qanuny Volume 5 Nomor 1. Januari-Juni
https://suaramuhammadiyah.id/read/sejarah-kemajuan-islam
____________________
@kursusmadinahsalam

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)