Kamis, 02 Oktober 2025

FUTUR BUKAN AKHIR PERJALANAN: KIAT BANGKIT KEMBALI DI JALAN ILMU


Bismillaahirrahmanirrahiim... 

Sahabat Kurma, futur adalah kondisi ketika semangat untuk beribadah dan menuntut ilmu melemah. Futur merupakan ujian yang sering menimpa para penuntut ilmu. Tidak sedikit yang akhirnya terhenti di tengah perjalanan, bahkan ada yang —na’udzubillaah— menyimpang dari jalan lurus yang telah ditempuh para ulama rabbani. 


Futur ini bisa menimpa siapa saja, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Jika tidak segera diatasi, futur dapat menjadi malapetaka besar bagi seorang penuntut ilmu, hingga menyeretnya kepada penyimpangan, kemurtadan, bahkan kesesatan, wal ‘yadzu billaah. 

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Karena itu, futur tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Ia bukan akhir perjalanan kita dalam menuntut ilmu. In syaa Allah, kali ini kita akan membahas langkah-langkah mengatasi futur, semoga Allah Ta’ala selalu menguatkan hati kita agar tetap semangat menuntut ilmu. Aamiin, allaahumma aamiin... 


1. Menguatkan Keyakinan dan Kesabaran 

Sahabat Kurma, salah satu cara terpenting untuk mengatasi penyakit futur dalam menuntut ilmu adalah dengan memperkuat keyakinan dan kesabaran. Syaikh Abdul Aziz bin Dakhil Al-Muthairiy hafizhahullahu ta’ala menjelaskan bahwa, keyakinan adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Dengan keyakinan—atas izin Allah Ta’ala, seorang hamba akan terlindungi dari berbagai fitnah dijauhkan dari maksiat, serta dimudahkan dalam menjalankan ketaatan. 

Kemudian, kita diajurkan untuk menguatkan kesabaran dalam menuntut ilmu. Sahabat Kurma, Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang bersabar. Maka, penting bagi kita untuk meyakini janji ini dengan penuh kesadaran. Dengan begitu, semangat dalam menuntut ilmu akan tumbuh kembali, dan kita pun lebih teguh untuk terus bersabar. 


2. Bergembira dengan Karunia Allah Ta’ala dan Bersyukur Atas Nikmat-Nya

Sahabat Kurma, mendapatkan taufik dari Allah Ta’ala untuk menuntut ilmu adalah karunia yang sangat agung bagi kita. Syaikh Abdul Aziz bin Dakhil Al-Muthairiy hafizhahullaah menyebutkan, bila seorang hamba menyambut karunia ini dengan penuh rasa syukur, menyadari betapa besar nilainya, dan merasa gembira atas pemberian Allah Ta’ala tersebut, maka in syaa Allah hamba tersebut akan dimudahkan dalam menuntut ilmu, meraih keberkahan darinya, serta dijaga dari perkara-perkara yang dapat menghalangi manfaat ilmu itu sendiri. 

Selain itu, jika kita mensyukuri nikmat menuntut ilmu dan bergembira atasnya. Maka, Allah Ta’ala akan membuka pintu-pintu kebaikan dan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “...Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran: 145). 

Jika direnungkan, kita dapat mengetahui betapa besar pengaruh rasa syukur terhadap karunia dan petunjuk Allah Ta’ala; orang yang hatinya baik dan penuh rasa syukur akan dicintai Allah Ta’ala dan semakin diberikan karunia-Nya. Allah Ta’ala akan memberikan nikmat kepada orang yang memiliki hati bersih dan penuh rasa syukur, dimana nikmat ini akan melahirkan banyak kebaikan, seperti perbuatan yang baik, lisan yang baik, ketaatan kepada Allah Ta’ala, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yang mana, hal-hal tersebut sangat dibutuhkan oleh kita, sebagai penuntut ilmu. 


3. Mengingat Kembali Keutamaan dan Kemulian Ilmu

Sahabat Kurma, perlu kita ketahui bahwa jika seseorang sudah lama menuntut ilmu kemudian ia disibukkan dengan banyak hal yang melalaikan, terkadang ia menjadi lupa akan kenikmatan menuntut ilmu, dan akhirnya semangatnya pun menurun. Karena itu, penting bagi kita sebagai penuntut ilmu untuk terus menjaga hari dari kelalaian, dengan cara sering mengingat kembali keutamaan dan keistimewaan menuntut ilmu. 

Sahabat Kurma, menuntut ilmu adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan jika ingin masuk surga—atas izin Allah Ta’ala. Disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699). 

Selain itu, keutamaan dan kemuliaan dari menuntut ilmu adalah menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah, akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan ia pada surga, Allah Ta’ala akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga), dan sebagainya. Sahabat Kurma, dengan kita mengingat ini—atas izin Allah Ta’ala, bisa menyembuhkan penyakit futur dan memulihkan semangat kita dalam menuntut ilmu. 


4. Menjauhi Hal yang Sia-sia dan Tidak Bermanfaat

Sahabat Kurma, di antara sebab penting lainnya untuk mengurangi rasa futur dalam menuntut ilmu adalah menjauhi hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Syaikh Abdul Aziz bin Dakhil Al-Muthairiy hafizhahullaah, menyampaikan bahwa seorang penuntut ilmu tidak akan bisa mendapatkan ilmu secara benar jika masih tenggelam dalam kesia-sian. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: 

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (Al-Mu’minun: 1-3). 

Banyak bidang ilmu pengetahuan yang menuntut agar pelajarnya berkonsentrasi penuh. Ia harus bersungguh-sungguh, fokus, dan serius dalam mempelajarinya. Namun, siapa yang tidak mampu berpaling dari hal-hal yang sia-sia, maka ia tidak akan bisa memberikan perhatian yang baik dalam menuntut ilmu. 

Syaikh Abdul Aziz bin Dakhil Al-Muthairiy hafizhahullaah juga menyampaikan bahwa seorang penuntut ilmu yang tidak menjauhi hal yang sia-sia lebih rentan terkena penyakit futur. Maka, salah satu nasihat yang penting bagi siapa pun yang sedang futur adalah kita harus mendidik diri ini untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. 


Sahabat Kurma, mari kita mengamalkan langkah-langkah di atas agar terhindar dari penyakit futur yang dapat menjangkit seorang penuntut ilmu. Yang apabila tidak segera diatasi, futur ini akan memberikan dampak yang berbahaya bagi kita. Sahabat Kurma, kita sebagai penuntut ilmu hendaknya menyadari bahwa semua urusan kembali kepada Allah Ta’ala, tidak ada sesuatu pun yang terjadi kecuali dengan izin-Nya, dan segala sebab tidak akan bermanfaat kecuali dengan pertolongan dan taufik-Nya. 

Sahabat Kurma, ayo gunakan waktu sebaik-baiknya. Daftar di Kursus Madinah Salam, dan raih manfaatnya! Semoga Allah memberkahi langkah kita. Aamiin allahumma aamiin. 



Penulis: Denna Rianda Toni

Referensi: 

Al-Muthairiy, Abdul Aziz bin Dakhil. (2025). Kiat Mengobati Futur Dalam Menuntut Ilmu. DAR Al FAUZ: Surakarta. 

Tuasikal, Muhammad Abduh. (2012). Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat. Availabel at: https://rumaysho.com/12363-menuntut-ilmu-jalan-paling-cepat-menuju-surga.html

____________________

@kursusmadinahsalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar